Obat Sakit Jantung yang Sebenarnya Mudah

Bahan dapur memang banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan alami untuk berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kunyit. Kunyit yang memiliki kandungan curcumin mampu mengurangi kadar kolesterol, lemak yang menggumpal di sekitar jantung, dan plak-plak yang menumpuk.

Kunyit juga bisa berfungsi sebagai anti inflamasi dan penurun kadar LDL atau kolesterol jahat. Penyakit-penyakit kronis pun bisa dicegah dengan kunyit karena memiliki kadar antioksidan yang cukup tinggi. Anda yang ingin menggunakan kunyit sebagai obat herbal penyakit jantung bisa mengkonsumsinya dengan beberapa cara.

Anda bisa mengkonsumsinya dengan menggunakan kunyit pada masakan Anda dan pakailah secara teratur setiap hari. Anda juga bisa merebus 3 ruas kunyit ke dalam air didihan dengan takaran 3 gelas, lalu saring air rebusan tersebut. Anda bisa mencampur air saringan kunyit tersebut ke dalam susu atau ditambahkan dengan 1 sdm madu.

Anda yang tidak ingin repot mengolahnya, bisa meminum langsung suplemen kunyit dengan kadar 400 hingga 600 mg 3 kali setiap harinya. Jika masih bingung dengan kadar dosisnya, Anda bisa menanyakannya ke dokter Anda.

Mungkin bahan ini terdengar aneh bagi Anda, tapi nyatanya cabe rawit merupakan bahan alami yang ampuh menyembuhkan penyakit jantung. Senyawa capsaicin mampu menormalkan detak jantung yang bekerja tidak beraturan. Selain itu, senyawa fitokimia-nya bisa membersihkan darah secara keseluruhan dan imunitas bisa meningkat.

Caranya sangat mudah yaitu masukkan 1 setengah cabai rawit ke segelas air hangat. Minumlah secara teratur setiap hari dengan dosis 2 kali.

Penyakit jantung masih bisa Anda cegah dengan cara:

1. Melakukan olahraga secara teratur

2. Kurangi mengkonsumsi junk food atau makanan cepat saji dan biasakan pola makan yang sehat.

3. Kurangi mengkonsumsi minuman-minuman manis dan kopi. Perbanyaklah minum air putih.

Bagaimana? Apakah Anda sudah mulai memahami penyakit jantung dan pengobatan alaminya? Menggunakan obat herbal tidak ada salahnya, tapi usahakan tetap dalam pengawasan dokter yang bersangkutan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *