Obat Alami untuk Penyakit Diabetes yang Banyak di Sekitar Kita

Obat Alami untuk Penyakit Diabetes yang Banyak di Sekitar Kita

Jika penyakit diabetes telah bersarang di tubuh kita, tentu segala asupan makanan atau apapun yang dikonsumsinya harus diperhatikan secara hati-hati. Salah sedikit makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh, maka akan mengakibatkan penyakit diabetes akan kambuh dan akibat terburuknya adalah stroke maupun penyakit lainnya akan menghampiri.

Maka tidak heran, dokter akan memberikan beberapa obat yang harus dikonsumsi agar kadar gula dalam darah tetap terkontrol. Namun, selain obat dari dokter ternyata masih ada obat herbal yang bisa Anda konsumsi agar kadar gula darah tetap normal, bahkan penyakit diabetes pun bisa sembuh.

Konsumsilah obat-obatan herbal di bawah ini agar penyakit diabetes tidak mudah kambuh atau sembuh dari tubuh Anda.

1. Bawang putih

Bawang putih memang salah satu bahan dapur yang tergolong sangat mujarab dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, bahkan diabetes pun juga bisa. Penderita diabetes yang mengkonsumsinya secara rutin, kadar gula darahnya bisa semakin menurun dan berada di kadar yang normal.

Zat sulfoxide-nya membuat sensitivitas insulin dalam tubuh meningkat yang fungsinya sebagai penetral gula dalam darah. Tidak hanya itu saja, karena kandungan allicin dan allyl propyl disulfide-nya bisa memperlambat penghentian insulin yang terjadi di organ hati.

Agar kadar gula dalam darah bisa dengan mudah menurun, lebih baik konsumsilah 3 siung bawang putih dalam 1 kali makan. Tapi ingat, makanlah secara langsung tanpa perlu dimasak atau diolah menjadi makanan apapun, ya.

2. Daun mangga

Belum banyak yang tahu daun mangga ternyata bisa menyembuhkan penyakit diabetes. Kadar gula dalam darah bisa Anda atur dengan obat herbal yang satu ini, selain itu proful lipid pada darah dapat semakin meningkat. Caranya bagaimana untuk mengkonsumsinya?

Anda bisa mengkonsumsinya dengan 2 cara, yaitu rendamlah 10 lembar daun mangga di dalam sebuah gelas yang berisi air matang selama semalaman. Besok paginya, saring air tersebut dan minumlah langsung tanpa perlu sarapan terlebih dahulu (belum makan apapun).

Satunya lagi, keringkan 10 lembar daun mangga untuk digiling. Kalau sudah benar-benar kering, giling sampai halus daun mangga tersebut. Makanlah langsung tanpa perlu diberi air sebanyak 1 sendok teh dan 2 kali sehari.

Penyebab Diabetes yang Banyak Orang Salah

Penyebab Diabetes yang Banyak Orang Salah

Saat ini diabetes menjadi penyakit yang paling banyak terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Indonesia tergolong negara yang tingkat penyakit diabetes-nya sangat tinggi, bahkan masuk dalam peringkat 3 di daftar penyakit mematikan di Indonesia, di bawah penyakit stroke dan jantung koroner.

Sedangkan dalam peringkat dunia, Indonesia berada di peringkat 6 untuk penduduk yang memiliki tingkat penyakit diabetes paling banyak di dunia. Dari pola hidup di zaman kekinian sekarang ini, sudah tidak mungkin lagi anak-anak muda terkena penyakit diabetes. Menurut penelitian para dokter di Indonesia pun sudah membuktikannya kalau sudah banyak anak-anak muda yang usianya di bawah 30 tahun menderita penyakit mematikan tersebut.

Lalu, apa sih yang menjadi penyebab diabetes di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia?

1. Kebiasaan atau pola hidup yang buruk

Kebiasaan atau pola hidup yang buruk menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit diabetes datang, misalnya saja terlalu banyak mengkonsumsi nasi. Seperti pada kebiasaan umumnya, masyarakat di negara-negara Asia Tenggara dan negara berkembang lainnya mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya sehari-hari.

Padahal, terlalu banyak atau sering mengkonsumsi nasi setiap hari bisa mendatangkan penyakit diabetes. Kenapa bisa nasi menjadi penyebab penyakit diabetes? Kandungan yang terdapat dalam nasi yaitu karbohidrat dan gula. Namun, 2 kandungan tersebut sayangnya memiliki kadar yang tinggi dan memungkingkan orang yang mengkonsumsinya bisa menderita penyakit diabetes.

Terlebih lagi, nasi putih adalah nasi yang memberi resiko paling tinggi untuk penyakit diabetes dibandingkan nasi lainnya. Kalau biasanya Anda mengkonsumsi nasi setiap hari dan lebih dari 3 kali dalam sehari, penyakit diabetes tipe 2 akan mudah mendatangi Anda. Tapi kalau Anda mengkonsumsi nasi putih sebanyak 1 kali dalam 1 bulannya, penyakit diabetes tidak akan mudah menyerang Anda.

Terlalu banyak mengkonsumsi teh dan kopi pun juga beresiko terserang penyakit diabetes. Tapi resiko tersebut akan Anda dapatkan kalau terlalu banyak gula yang dicampurkan ke dalam kedua minuman tersebut. Setiap harinya, tubuh hanya bisa menerima 50 gram gula saja atau bisa dikatakan hanya 4 sendok makan saja.

Jika Anda mengkonsumsi teh atau kopi setiap hari dengan takaran 2 gelas, ditambah pula mengkonsumsi nasi putih, tentu kadar gula dalam tubuh Anda akan mudah meningkat dan resiko diabetes pun semakin tinggi.

2. Jarang sarapan

Banyak orang yang jarang melakukan sarapan, apalagi bagi orang-orang yang sibuk setiap hari, tentu tidak jarang sarapan tidak dilakukan. Padahal sarapan sangatlah penting agar asupan energi yang dibutuhkan saat aktivitas di siang hari hingga malam hari bisa tercukupi. Tapi, kenapa jarang sarapan bisa menyebabkan penyakit diabetes?

Dengan jarangnya kita melakukan sarapan, kadar gula dalam darah tentu akan menurun. Semakin menurunnya kadar gula darah, kita akan lebih cenderung ingin mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis dan mengakibatkan kadar gula mudah naik.

Obat Herbal untuk Penyakit Rematik yang Banyak Dipasaran

Obat Herbal untuk Penyakit Rematik yang Banyak Dipasaran

Bagi penderita rematik, mungkin mengkonsumsi obat sangatlah penting agar persendiannya tetap normal sehingga rematiknya tidak mudah kambuh. Tapi ada cara lain agar bisa mengurangi rematik atau bahkan bisa sampai sembuh, yaitu dengan menggunakan obat-obatan herbal yang mudah Anda temukan.

Obat-obatan herbal saat ini memang menjadi jalan pengobatan selain pengobatan dari rumah sakit. Selain lebih sehat dari obat rumah sakit karena bebas bahan kimia, obat herbal sudah banyak dibuktikan dengan kemujarabannya dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Penasaran obat herbal apa sajakah itu?

1. Minyak ikan

Biasanya minyak ikan dimanfaatkan orang tua untuk anak-anak mereka agar perkembangan otak dan fisik mereka semakin meningkat. Namun, selain meningkatkan fungsi otak dan fisik, minyak ikan juga bisa Anda manfaatkan sebagai obat herbal menyembuhkan penyakit rematik.

Adanya kandungan omega 3 menjadi lemak sehat yang diperlukan tubuh agar peradangan-peradangan yang timbul akibat rematik bisa tercegah supaya tidak menjadi kronis dan nyeri sendi pun bisa semakin berkurang. Para dokter juga sudah meng-klaimnya kalau efek yang terjadi jika Anda mengkonsumsi minyak ikan akan sama dengan mengkonsumsi obat anti radang.

Minyak ikan bisa Anda konsumsi secara langsung melalui suplemennya. Tapi Anda bisa mendapatkannya dari ikannya langsung, seperti ikan sarden dan tuna. Konsumsilah minyak ikan sebanyak 2,5 gram 2 kali dalam sehari agar penyakit rematik Anda bisa sembuh.

Tapi perlu diingat. Jika Anda ingin mengkonsumsi suplemen minyak ikan, lebih baik konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Memang minyak ikan menyehatkan, tapi saat ini ada beberapa suplemen minyak ikan yang ditemukan dengan banyak kandungan merkuri.

Selain itu, suplemen minyak ikan juga mampu mengurangi penggumpalan darah, sehingga jika dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah, maka akan terjadi komplikasi. Karena itulah konsultasilah terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi suplemennya.

2. Jahe

Jahe merupakan obat herbal yang paling umum dipakai untuk mengurangi gejala flu, pilek, gangguan pencernaan, dan darah tinggi. Tapi ternyata jahe juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi penyakit rematik. Anti peradangannya memiliki senyawa ibuprofen yang bisa mengurangi rasa nyeri pada tubuh, termasuk persendian akibat rematik.

Anda yang sedang merasa mual yang disebabkan oleh obat-obatan rumah sakit, sebaiknya konsumsilah jahe juga agar efek samping tersebut bisa berkurang. Untuk cara mengkonsumsinya, Anda hanya merebus 2 atau 3 ruas jahe yang sudah digeprek atau di tumbuk kasar. Kemudian, air rebusan jahe tersebut bisa Anda minum langsung atau ditambahkan dengan madu.

Lakukanlah 3 kali setiap hari agar penyakit rematiknya tidak mudah terjadi dan cepat sembuh.

3. Kunyit

Kunyit juga merupakan bahan dapur yang sering dipakai untuk obat herbal selain jahe. Senyawa kurkumin yang terdapat pada kunyit sudah terbukti mampu mengurangi peradangan, pembengkakan, serta rasa nyeri yang terjadi karena rematik. Bahkan para peneliti meng-klaim kalau kunyit lebih ampuh mengurangi rasa nyeri dibandingkan menggunakan obat-obatan kimia untuk penghilang rasa nyeri.

Bagi Anda yang ingin menggunakan kunyit sebagai obat herbal rematik, Anda bisa memakannya langsung karena sudah tersedia dalam bentuk suplemen. Tapi jika Anda sulit mencarinya, Anda bisa membuatnya sendiri minuman kunyitnya. Bersihkan kunyit sebanyak 3 ruas lalu geprek atau tumbuk kasar.

Kalau sudah, masukkan ke dalam panci yang berisi air matang untuk didihkan. Tunggulah sampai air benar-benar hanya tinggal 1 gelas saja, lalu saring air tersebut dan minum. Anda pun bisa menambahkannya dengan madu agar imun Anda juga meningkat. Ulangi minum air kunyit sebanyak 3 kali sehari agar rematiknya sembuh dari tubuh Anda.

Gejala dari Penyakit Rematik yang Harus Kamu Tahu

Gejala dari Penyakit Rematik yang Harus Kamu Tahu

Pada faktor usia, memang penyakit rematik bisa menyerang di umur berapa pun. Tapi, usia yang paling rentan terhadap penyakit tersebut yaitu berumur 40 hingga 60 tahun. Jika menganggap kaum muda mudah terserang rematik, itu karena mereka memiliki kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat.

Merokok, mandi malam dengan air dingin, minum alkohol, dan sebagainnya termasuk kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat. Jika dilakukan terus menerus, kekebalan tubuh akan melemah dan fungsi persendian pun akan terganggu. Orang-orang yang mengalami obesitas pun juga rentan terhadap penyakit rematik.

Mereka yang jarang bergerak dan terlalu banyak penumpukkan lemak pada tubuh akan membuat sistem imun tidak berfungsi secara optimal, jadi rematik bisa datang kapan pun bagi penderita obesitas. Terutama wanita penderita obesitas yang lebih mudah terserang rematik. Lalu, gejala-gejala apa saja yang terjadi pada penderita rematik?

1. Sendi merasa nyeri dan terlihat bengkak

2. Sendi menjadi kaku-kaku

3. Mengalami perubahan psikis, seperti mudah tersinggung dan depresi

4. Mengalami kekurangan darah atau anemia

5. Terkadang merasa seperti sedang flu, misalnya saja pusing, panas, dan berkeringat.

6. Berat badan semakin menurun

7. Mata mengalami peradangan

Jika Anda sudah mulai mengalami gejala-gejala seperti di atas, lebih baik konsultasilah dengan dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Penyebab yang paling umum terjadi yaitu mengalami nyeri atau kaku di sekitar pergelangan tangan. Jadi, Anda yang mulai merasakan kaku pada persendian tangan, sebaiknya berhati-hatilah. Kalau masih kaku, periksalah ke dokter.

Pentingnya Mengenal Penyakit Rematik dan Cara Pengobatan Alaminya

Pentingnya Mengenal Penyakit Rematik dan Cara Pengobatan Alaminya

Banyak orang menganggap penyakit rematik sangat mudah sekali menyerang kita, terlebih lagi kalangan orang tua mengatakan kaum muda lebih mudah terserang rematik. Tapi, apakah benar penyakit rematik sangat mudah menyerang kita dibandingkan penyakit lainnya?

Sebenarnya pandangan tersebut tidak benar dan juga tidak salah, karena penyebab penyakit rematik dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis kelamin, usia, kebiasaan sehari-hari, lingkungan, dan berat badan.

Kaum wanita lebih rentan terhadap penyakit rematik dibandingkan kaum pria. Kenapa demikian? Hal itu disebabkan karena dalam tubuh wanita terdapat hormon estrogen yang dapat menimbulkan penyakit autoimun jika tidak dijaga baik-baik. Maka tidak heran kalau wanita banyak mengidap penyakit rematik yang merupakan salah satu penyakit autoimun.

Bawang putih memang sudah banyak sekali dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk berbagai macam penyakit, termasuk rematik. Anti radang pada bawang putih bisa mengurangi proses sitokin yang terjadi pada tubuh yang bisa mengakibatkan peradangan pada beberapa organ tubuh. Jika dikonsumsi secara rutin, peradangan dan pembengkakan bisa semakin berkurang dan sembuh.

Bawang putih bisa Anda konsumsi dengan cara diminum atau dimakan langsung. Cara diminum, Anda hanya merebus 4 siung bawang putih yang sudah digeprek atau di tumbuk kasar dan minum airnya saat hangat tanpa perlu ditambahkan apapun. Kalau dimakan, Anda perlu memanggangnya terlebih dahulu sebelum benar-benar dimakan.

Caranya, sediakan 10 siung atau lebih, jangan dibersihkan kulitnya, tapi dicuci saja. Kemudian, pangganglah bawang putih tersebut sampai benar-benar berwarna hitam. Kalau sudah, masukkan ke dalam toples dan biarkan selama 3 hari atau seminggu. Setelah itu Anda baru bisa mengkonsumsinya sebanyak 2 siung sekali makan 3 kali sehari.

Beberapa obat herbal di atas sudah terbukti ampuh mengobati rematik. Tapi bagi Anda yang tidak ingin terkena rematik lebih baik Anda mencegahnya mulai dari sekarang, seperti berolahraga dengan teratur, tidak mandi terlalu malam dengan air dingin (gunakan air hangat jika memang ingin mandi malam), minum air putih yang cukup, dan lalukan peregangan setiap hari walau hanya sebentar saja.

Jika sudah mengenal rematik, tentu Anda bisa semakin berhati-hati agar tidak terkena penyakit tersebut. Lebih baik biasakan pola hidup sehat agar penyakit-penyakit tidak mendatangi Anda. Pastinya Anda ingin terbebas dari penyakit, bukan?

Obat Sakit Jantung yang Sebenarnya Mudah

Obat Sakit Jantung yang Sebenarnya Mudah

Bahan dapur memang banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan alami untuk berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kunyit. Kunyit yang memiliki kandungan curcumin mampu mengurangi kadar kolesterol, lemak yang menggumpal di sekitar jantung, dan plak-plak yang menumpuk.

Kunyit juga bisa berfungsi sebagai anti inflamasi dan penurun kadar LDL atau kolesterol jahat. Penyakit-penyakit kronis pun bisa dicegah dengan kunyit karena memiliki kadar antioksidan yang cukup tinggi. Anda yang ingin menggunakan kunyit sebagai obat herbal penyakit jantung bisa mengkonsumsinya dengan beberapa cara.

Anda bisa mengkonsumsinya dengan menggunakan kunyit pada masakan Anda dan pakailah secara teratur setiap hari. Anda juga bisa merebus 3 ruas kunyit ke dalam air didihan dengan takaran 3 gelas, lalu saring air rebusan tersebut. Anda bisa mencampur air saringan kunyit tersebut ke dalam susu atau ditambahkan dengan 1 sdm madu.

Anda yang tidak ingin repot mengolahnya, bisa meminum langsung suplemen kunyit dengan kadar 400 hingga 600 mg 3 kali setiap harinya. Jika masih bingung dengan kadar dosisnya, Anda bisa menanyakannya ke dokter Anda.

Mungkin bahan ini terdengar aneh bagi Anda, tapi nyatanya cabe rawit merupakan bahan alami yang ampuh menyembuhkan penyakit jantung. Senyawa capsaicin mampu menormalkan detak jantung yang bekerja tidak beraturan. Selain itu, senyawa fitokimia-nya bisa membersihkan darah secara keseluruhan dan imunitas bisa meningkat.

Caranya sangat mudah yaitu masukkan 1 setengah cabai rawit ke segelas air hangat. Minumlah secara teratur setiap hari dengan dosis 2 kali.

Penyakit jantung masih bisa Anda cegah dengan cara:

1. Melakukan olahraga secara teratur

2. Kurangi mengkonsumsi junk food atau makanan cepat saji dan biasakan pola makan yang sehat.

3. Kurangi mengkonsumsi minuman-minuman manis dan kopi. Perbanyaklah minum air putih.

Bagaimana? Apakah Anda sudah mulai memahami penyakit jantung dan pengobatan alaminya? Menggunakan obat herbal tidak ada salahnya, tapi usahakan tetap dalam pengawasan dokter yang bersangkutan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Mencegah Penyakit Jantung dan Pengobatan Tanpa Bahan Kimia dengan Bahan Alami

Mencegah Penyakit Jantung dan Pengobatan Tanpa Bahan Kimia dengan Bahan Alami

Sudah banyak penyakit yang bisa mengakibatkan kematian baik penyakit menular maupun yang tidak. Indonesia termasuk negara berkembang yang memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi yang berasal dari beberapa penyakit tertentu. Jadi tidak heran, kalau saat ini banyak orang tua maupun instasi pemerintah yang menggalakkan imunisasi dan vaksin untuk anak-anak, mulai dari bayi hingga anak remaja.

Namun, salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian tiba-tiba adalah penyakit jantung. Semakin berbahayanya, penyakit jantung menduduki peringkat 3 besar dari daftar penyakit yang paling mematikan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri sudah tidak jarang lagi kematian penduduknya yang diakibatkan oleh penyakit jantung.

Penyakit jantung sebenarnya ada beberapa jenis. Hal tersebut terbagi berdasarkan penyebabnya, bagian jantung yang bermasalah, dan sebagainya. Jenis-jenis penyakit jantung antara lain penyakit jantung bawaan, penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan masih banyak lagi. Lalu, apa sih penyebab penyakit-penyakit jantung tersebut?

Sebenarnya setiap penyakit jantung memiliki penyebabnya masing-masing. Namun, penyebab yang paling umum adalah terlalu banyak merokok ditambah jarang berolahraga dan jarang minum air putih. Karena itulah lebih banyak orang yang menderita jantung koroner di umur sekitar 25 hingga 40 tahun.

Dari sisi faktor resikonya, apa saja yang menyebabkan penyakit jantung semakin parah? Penderita penyakit jantung yang memiliki kebiasaan merokok sudah pasti lebih mudah memperburuk penyakit jantung, karena kurangnya asupan oksigen dan terus masuknya zat nikotin serta zat lainnya yang berasal dari rokok.

Selain merokok, penderita yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, terutama obesitas, akan memudahkan juga penyakit jantung bertambah parah. Penumpukan lemak pada jantung dapat memperburuk kinerja jantung, sehingga jantung tidak bisa memompa darah secara maksimal.

Sedangkan untuk gejala-gejalanya masih sangat umum diketahui, seperti sesak nafas, mudah lelah, detak jantung tidak beraturan bahkan bisa semakin lambat, nyeri pada dada, pusing, dan bagian terburuknya adalah pingsan. Jadi, ketika seseorang mulai menunjukkan gejala-gejala tersebut, lebih baik segera menolongnya agar tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi.

Jika seseorang mengalami penyakit jantung, berkonsultasi dengan dokter adalah hal yang penting, karena bertujuan untuk diagnosis lebih lanjut dan pengobatannya yang sesuai dengan kondisi si penderita. Jika si penderita tidak berkonsultasi dengan dokter, padahal gejala-gejalanya sudah mulai muncul, nantinya bisa menyebabkan serangan jantung tiba-tiba dan berakibat kematian.